Beranda » Standar Penggunaan Tirai Rumah Sakit yang Baik

Standar Penggunaan Tirai Rumah Sakit yang Baik

Memilih tirai rumah sakit tentu harus berdasarkan standar nasional akreditasi dari rumah sakit. Berbeda dengan tirai biasa yang digunakan pada rumah hunian, tirai yang digunakan pada rumah sakit memiliki bahan tersendiri dan harus lulus uji laboratorium agar terjamin aman dipakai untuk ruangan di rumah sakit.

Beberapa hal yang harus ada pada tirai rumah sakit adalah kemampuan menangkal bakteri, kuman, dan virus, serta anti air, noda, maupun darah. Maka dari itu, bahan yang digunakan harus memiliki kemampuan-kemampuan tersebut.

Spesifikasi Tirai Rumah Sakit sesuai Standar

Tirai rumah sakit yang baik harus memiliki kemampuan anti bakteri, anti virus, anti noda, bahkan anti darah. Bahan-bahan yang digunakan pun disesuaikan dengan standar untuk kemampuan tersebut. Berikut penjelasan dan spesifikasi lebih lanjutnya.

Anti Bakteri

Untuk tirai anti bakteri yang digunakan di rumah sakit, bahan yang digunakan harus lulus ujian laboratorium. Tes yang diujikan, beberapa di antaranya adalah tes uji terhadap bakteri Staphylococcus, bakteri Escherichia coli, bakteri Salmonella, dan bakteri Vibrio cholerae, serta uji kekuatan kain.

Sebagai spesifikasi kemampuan anti bakterinya, bahan yang digunakan harus teruji negatif terhadap bakteri-bakteri tersebut. Selain itu, tirai harus mampu menahan bakteri selama 24 jam agar dapat disebut sebagai tirai anti bakteri.

Sedangkan untuk uji kekuatan kain, tes dibagi menjadi tiga kelompok, yakni tahan sobek, tahan pecah, serta kekuatan tarik dan daya tahan terhadap tarikan. Ada dua cara pengujian yang digunakan untuk menguji kekuatan tarik kain, yakni cara pita potong (jalur potong) dan cara pita tiras (jalur urai).

Cara pita potong umumnya digunakan untuk kain yang dikanji tebal atau dilapis yang sukar ataupun tidak dapat diurai.  Sebaliknya, cara pita tiras digunakan untuk kain yang tidak dilapisi, artinya kain tersebut mudah diurai.

Anti Noda dan Darah

Selain anti bakteri, tirai yang digunakan pada rumah sakit juga harus memiliki kemampuan anti noda dan darah. Dengan kemampuan ini, memungkinkan noda dan darah agar tidak menempel, membekas, bahkan mengontaminasi tirai.

tirai rumah sakit

Bahan yang digunakan untuk tirai anti noda dan darah ini adalah bahan Placida, yang terbentuk dari komponen utama PVC. Banyak orang yang menyebutnya sebagai tirai PVC. Bahan ini cocok untuk digunakan sebagai tirai anti noda dan darah karena sifatnya yang tidak menyerap cairan.

Tirai PVC yang anti noda dan darah ini wajib digunakan untuk ruangan medis pada puskesmas, klinik, rumah sakit, dan lainnya. Selain tirai PVC, ada juga tirai anti noda bolak-balik yang juga banyak digunakan pada ruangan medis.

Ruangan dan Jenis Tirai yang Digunakan

Penggunaan tirai rumah sakit pun berbeda antara gorden anti bakteri serta anti noda dan darah. Penggunaan ini disesuaikan dengan kebutuhan setiap ruang medis pada rumah sakit, puskesmas, atau klinik yang berbeda-beda. Ada ruangan yang membutuhkan tirai anti bakteri dan ada ruangan yang lebih membutuhkan tirai anti noda dan darah. Lantas, ruangan mana saja yang cocok untuk keduanya? Simak uraian berikut ini.

Ruangan untuk Tirai Anti Bakteri

Beberapa ruangan yang cocok untuk penggunaan tirai anti bakteri adalah ruang rawat inap, ruangan NICU (Neonatal Intensive Care Unit), serta ruang PACU (Post Anesthesia Care Unit). Mari kita cari tahu lebih lanjut tentang penggunaan di setiap ruangnya.

Ruang pertama, yakni ruang rawat inap yang selain digunakan untuk pasien yang dirawat inap, dokter, perawat, bahkan pengunjung juga selalu lalu-lalang ruangan ini. Karena itu, tirai yang dipakai harus memiliki kemampuan anti bakteri, agar tidak menempel dan mengontaminasi orang yang keluar-masuk, sehingga bakteri dan kuman tidak menyebar di dalam maupun luar ruang rawat inap.

Selanjutnya, untuk penggunaan di ruang NICU, suatu unit perawatan intensif khusus untuk bayi yang baru lahir. Fokus ruangan ini adalah pasien bayi dengan kasus kesehatan yang membutuhkan pengawasan dan pemantauan khusus tingkat tinggi.

Di ruangan ini, perawat akan menangani pasien bayi dengan berbagai kondisi khusus, misalnya bayi prematur, bayi dengan spina bifida, dan kondisi lainnya. Tirai yang cocok digunakan untuk ruangan ini adalah tirai anti bakteri ZIT. Tirai ini juga memiliki ventilasi udara yang baik sebagai sekat pemisah.

Ruang lainnya yang membutuhkan tirai anti bakteri adalah ruang PACU, yang merupakan unit pasca bius di mana pasien yang baru melakukan serangkaian proses operasi akan dipantau sampai efek obat biusnya hilang.

Dari ruangan ini, ada beberapa pasien yang bisa langsung pulang dan ada beberapa pasien yang perlu dipindahkan ke ruang ICU atau kamar reguler terlebih dahulu guna pengamatan lebih lanjut. Tirai yang cocok untuk digunakan pada ruangan ini adalah tirai anti bakteri ZIT.

Ruangan untuk Tirai Anti Noda dan Darah

Sedangkan untuk tirai anti noda dan darah, umumnya digunakan pada ruang UGD/IGD, ruang ICU/CCU, ruang resusitasi, ruang bersalin/VK, dan ruang operasi.

Ruang UGD atau IGD yang merupakan ruang gawat darurat, paling cocok untuk penggunaan tirai anti darah. Karena di ruang ini, pasien dengan berbagai kondisi akan mendapatkan pertolongan pertama, misalnya pasien kecelakaan. Sehingga, kebersihan ruang UGD harus selalu diperhatikan dan dijaga. Dengan menggunakan tirai anti noda, apabila ada noda atau darah yang menciprat dan mengenai tirai, noda tersebut bisa langsung dibersihkan dengan mudah dan cepat kering.

Selain ruang UGD, ruang ICU (untuk perawatan jangka panjang) dan ruang resusitasi (pemberian bantuan hidup dasar) juga memerlukan tirai anti noda. Memang bisa menggunakan hanya tirai anti bakteri saja, namun beberapa rumah sakit baiknya juga memasang tirai dengan anti noda agar kebersihan lebih terjaga.

Kemudian ada ruang bersalin/VK dan ruang tindakan atau ruang operasi, ruangan dengan kemungkinan terciprat darah yang tinggi. Untuk menjaga ruangan dari cipratan darah atau noda yang menempel serta terhindari dari kontaminasinya, maka darah harus cepat dibersihkan. Penggunaan tirai anti noda dan darah sangat cocok untuk digunakan pada ruangan ini.

Rekomendasi Penjual Tirai Berkualitas

Dari sekian banyak toko yang menjual tirai untuk rumah sakit, Anda perlu memilih toko yang mengantongi sertifikat lulus uji laboratorium untuk produk gorden rumah sakit yang ditawarkan. Berikut beberapa toko yang bisa jadi pilihan Anda.

  1.     Elprima

Elprima menjadi salah satu toko yang menjual tirai dan gorden untuk berbagai keperluan, salah satunya gorden rumah sakit.

Dengan kualitas terbaik dan harga murah, Anda bisa mendapatkan tirai untuk rumah sakit dalam berbagai bahan sesuai kebutuhan Anda. Mau tirai anti bakteri atau tirai anti noda dan darah, semua bisa Anda dapatkan di Elprima ini. Tidak perlu diragukan lagi untuk sertifikat akreditasinya, karena pasti ada dan terjamin lolos uji laboratorium.

Apalagi, Elprima sudah berdiri sejak tahun 2002 yang tentunya memiliki banyak pengalaman dan telah dipercaya oleh banyak klien dalam menangani masalah tirai untuk rumah sakit, puskesmas, bahkan klinik kesehatan.

  1.     Deden Decor

Selanjutnya adalah Deden Decor, dengan tirai yang berkualitas tinggi dan harganya yang terjangkau. Selain itu, tirai rumah sakit dari toko ini juga sudah sesuai dengan spesifikasi akreditasi. Ada banyak perusahaan swasta maupun pemerintahan yang telah bekerja sama dengan Deden Decor.

  1.     Prima Interior

Prima Interior menjual tirai anti bakteri serta anti noda dan darah untuk rumah sakit yang juga sudah teruji klinis dan banyak digunakan oleh rumah sakit di Indonesia. Kualitas yang ditawarkan juga tinggi, tentunya dengan harga yang terjangkau juga.

Bagikan

Standar Penggunaan Tirai Rumah Sakit yang Baik | Website Penjualan Motor Bekas Khusus Cash